Senin, 12 April 2021

Laporan Bacaan 1

 Laporan Bacaan: Pendidikan (Magang 1)

Pemanfaatan Teknologi sebagai Media Pembelajaran Daring (Online) bagi Guru dan Siswa di SMK NU Rogojampi

Oleh: Khovivah (11901284)

Mahasiswi PAI 4B IAIN Pontianak



Bacaan saya pada minggu ini mengambil tema ‘pendidikan’, mengambil salah satu materi dari artikel yang berjudul PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DARING (ONLINE) BAGI GURU DAN SISWA DI SMK NU ROGOJAMPI, yang terdapat di salah satu situs (kalian bisa akses artikel disini https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/psnp/article/download/5886/4220 ). Pada artikel ini membahas bagaimana cara memadu-padankan pembelajaran daring dengan metode pembelajaran konvensional guna meningkatkan daya kompetensi para siswa di masa pandemi ini, juga untuk memudahkan para siswa untuk mengunduh materi pembelajaran. Laporan bacaan ini saya gunakan untuk mengulas artikel tersebut menurut sudut pandang saya tetapi tetap mengedepankan fakta yang ada didalam artikel tersebut.

Dewasa ini pemerintah sedang gencar-gencarnya dalam mengalakkan pendidikan vokasional atau bahasa mudahnya dikenal dengan sekolah kejuruan. Juga digalakkan pembukaan Sekolah Menengah Kejuruan dengan jurusan yang begitu beragam. Contohnya pada SMK NU Rogojampi. Tujuan pemerintah dengan mengalakkan pendidikan vokasional ini dimaksudkan untuk mendapatkan tenaga kerja yang lebih profesional dalam bidangnya demi pembangunan bangsa lebih terarah dan terencana.

Pemanfaatan teknologi sejatinya sudah merabah dalam berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali pada bidang pendidikan. Pemanfaatan teknologi dalam menunjang kegiatan pembelajaran daring ini sangatlah dibutuhkan karena bisa meminimalisir pemanfataan waktu dan tempat yang tidak bisa dilaksanakan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran mengguanakan sistem konvensional. Pemanfaatan teknologi ini sangatlah memudahkan para guru dan siswa dalam melaksanakan proses belajar belajar, hanya membutuhkan sinyal internet yang stabil dan alat komunikasi seperti handphone.

Dalam artikel ini yang menjadi subjek atau target untuk penelitian dalam menulis artikel ini adalah para guru dan siswa di SMK NU Rogojampi yang berjumlah 20 orang. Media yang digunakan adalah sebuah web hosting yang sebelumnya sudah terinstal aplikasi moodle sebagai sistem manajemen untuk penerapan pembelajaran daring. Sebelumnya dilakukan pengunjungan ke SMK NU Rogojampi, guna mengetahui terjangkau atau tidaknya SMK NU Rogojampi ini guna untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran daring (online). Dalam kegiatan tinjauan tersebut bahwa SMK NU Rogojampi memenuhi standar minimal untuk membangun e-learning guna menunjang kegiatan pembelajaran daring (online).

Selain itu juga dilakukannya pembentukan nama domain dan juga webhosting, juga mempersiapkan segala fitur-fitur kelengkapan dalam portal e-learning yang digunakan. Kelengkapan fitur pendukung itu sangatlah memudahkan para siswa dan guru dalam mengakses web tersebut, guna memudahkan proses pembelajaran daring (online).

Pelatihan memanfaatkan teknologi guna memperlancar kegiatan belajar mengajar secara daring (online), yang dilaksanakan di SMK NU Rogojampi ini menggunakan sekitaran 20 orang dari guru dan siswa dengan cara diskusi, ceramah dan latihan guna mempelajari moodle sebagai media pembelajaran online.

Pelatihan yang diikuti oleh hanya sekitaran 20 orang ini sejujurnya menurut saya kurang efektif, harusnya lebih banyak lagi siswa dan guru yang diundang. Alasannya adalah tidak semua murid akan paham dengan penjelasan oleh pihak kedua, apalagi bagi sekolah kejuruan yang notaben nya lebih banyak kegiatan praktek diluar kelas guna mengasah kemampuan mereka. Bisa saja mereka kurang piham jika pihak kedua yang menjelaskan kepada murid dan guru yang lain.

Pelaksana dari pelatihan pengenalan media pembelajaran e-learning ini adalah LPPM Politeknik Banyuwangi, jam terbang mereka yang sudah tinggi menjadikan mereka sangat dipercaya oleh pemerintah daerah terkhususnya PemDa Banyuwangi untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah. Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan oleh 4 orang ahli atau pakar.

Dari hasil pelatihan didapatkan kesimpulan bahwa para guru dan siswa yang mengikuti pelatihan tersebut paham dan mengerti bagaimana cara menggunakan dan mengakses e-learning tersebut. Para guru paham dan mengerti bagaimana cara operasional membagikan informasi tugas dan soal ujian. Juga para siswa memahami bagaimana cara mengunduh materi yang dibagikan oleh guru, juga mereka mengerti bagaimana cara mengerjekan ujian online.

Setelah penerangan mengenai cara mengakses e-learning, para siswa dan guru juga dijelaskan bagaimana mengoperasikan moodle. Mereka diterangkan terlebih dahulu apa itu moodle sebagai media pembelajaran e-learning. Setelah mereka memahami bagaimana cara mengakses e-learning, para peserta khususnya para guru diminta untuk mempraktekkan secara langsung cara mengelola profil para guru juga cara mengelola sesuai mata pelajaran. Para peserta khususnya para guru juga diminta untuk mempraktekkan cara mengungah materi juga pembuatan tes ujian online untuk para murid. Aplikasi moodle telah ditambahkan fitur untuk membedakan kelompok, contohnya kelompok guru dan murid berbeda, karena akses mereka juga beda seperti yang telah dijelaskan di atas.

Pelatihan pengenalan media pembelajaran daring (online) yang dilaksanakan di SMK NU Rogojampi memberikan pemahaman kepada para peserta tentang manfaat dalam melaksanakan pembelajaran online ini. Aplikasi moodle yang digunakan juga mempunyai beberapa fitur tambahan yang akan memudahkan proses pembelajaran. Peserta pelatihan yang diikuti oleh beberapa murid dan guru ini menjadikan mereka paham apa saja fungsi aplikasi e-learning yang sudah dipasangi oleh webhosting, sesuai dengan kelompok mereka masing-masing. Para guru diperkenankan untuk membagikan materi pembelajaran dan juga tugas dan juga tes ujian online pada masing-masing mata pelajaran yang diampu. Sedangkan para siswa bisa mengakses aplikasi e-learning tersebut untuk mengunduh materi pelajaran juga mengerjekan tugas dan tes ujian yang ada pada portal tersebut. Pengaksesan yang sangat mudah bagi para awam yang belum paham bagaimana cara menggunakan portal e-learning. Ini dimaksudkan agar dan para guru bisa menjalankan peran mereka masing-masing dengan mudah dan nyaman, agar para murid juga bisa dengan mudah memahami materi pembelajaran tanpa adanya terkendala apapun demi menciptakan kreatifitas dan juga daya saing yang sebelumnya ada pada diri siswa. Tapi tak menutup kemungkinan banyak siswa yang lain susah untuk beradaptasi terhadap perubahan cara mereka belajar yang senantiasa praktek diluar lapangan sekarang menjadi pembelajaran secara teoritis saja.

Pemanfaatan teknologi guna memperlancar proses belajar mengajar secara daring (online) ini sejatinya memang memudahkan proses pembelajaran tersebut karena jika ingin melaksanakan pembelajaran secara tatap muka sangatlah tidak memungkinkan untuk waktu dan tempat. Tetapi seperti yang kita ketahui, dewasa ini masih banyak masyarakat kita yang tidak memiliki alat komunikasi canggih seperti handphone layar datar, sebagian masyarakat kita masih ada yang menggunakan handphone genggam yang hanya bisa digunakan untuk sms dan telepon saja. Juga untuk mengakses website tersebut juga diperlukan sinyal yang stabil, tetapi kenyataannya masih banyak daerah yang tidak terjangkau jaringan internet apalagi di daerah yang terpencil.

Sekolah kejuruan tentunya sangat lekat dengan pelaksanaan praktek lapangan guna mengasah mental dan kemampuan mereka, guna mempersiapkan mereka untuk terjun langsung dalam dunia kerja yang membutuhkan keahlian mereka. Mereka yang selama pelajaran lebih sering praktek lapangan, proses pembelajaran tiba-tiba berubah menjadi daring (online) tentunya perlu penyesuaian oleh murid dan para guru. Tentunya hal itu menjadi penghalang dalam melatih kemampuan mereka, juga mempersulit guru dalam mengawasi tingkah laku dan juga pola belajar siswa.

Yang saya bahas dari tadi hanya seputaran kelemahan pembelajaran daring (online) saja saya kira, kali ini kita bahas dulu kelebihan dari kegiatan belajar mengajar secara daring (online) bagi siswa dan guru di sekolah kejuruan. Pertama, waktu dan tempat belajar yang bebas. Siswa dapat mengikuti pembelajaran dimanapun dan kapanpun asal sinyal internet yang terjangkau. Pemanfataan waktu dan tempat yang bebas, tanpa adanya kita perlu ke sekolah dan berangkat sekolah pukul 07.00 pagi, yang seringkali para siswa dan guru datang terlambat ke sekolah. Ini menjadikan mereka yang notaben seringkali terlambat datang ke sekolah, tak perlu lagi untuk bangun pagi dan berangkat ke sekolah.

Kedua, pembelajaran tidak hanya mendengarkan ceramah dari sang guru, namun siswa diharapkan lebih mandiri dalam mencari materi pembelajaran di ranah internet. Para siswa juga bisa melakukan riset mereka sendiri di laman internet. Ini bisa menjadi salah satu kegunaan dari website yang digunakan SMK NU Rogojampi. Kemandirian siswa dilatih ketika mereka dihadapkan pada masalah yang mereka bisa atasi sendiri dengan mencari laman yang bisa diakses demi memudahkan proses belajar daring (online) mereka. Otomatis mereka juga bisa mempelajari lebih lanjut bagaimana cara menguasai teknologi informasi yang terus saja berkembang, agar mereka juga tidak gaptek. Teknologi saat ini sedang berkembang-berkembangnya mengikuti perkembangan zaman demi memuaskan hasrat manusia akan hidup mudah. Tentu tidak asik bukan jika kita sebagai anak muda millennial tidak mengerti bagaimana cara yang tepat dalam memanfaatkan perkembangan zaman ini khususnya dalam memanfaatkan kemajuan teknologi.

Terakhir, seperti yang kita ketahui bahwa banyak sekali kejahatan internet saat ini jika kita tidak pandai memilah informasi mana yang ingin kita akses demi mendapatkan informasi. Juga dalam penggunaan media komunikasi seperti handphone yang lebih banyak digunakan oleh siswa untuk sekedar bermain game sahaja, atau digunakan hanya untuk berselancar dalam dunia maya. Pembelajaran secara daring ini memungkinkan bagi siswa untuk lebih meminimalisir waktu yang mereka habiskan hanya untuk bermain game atau bermain sosial media, berubah menjadi untuk belajar secara online. Mau tidak mau, suka tidak suka, waktu mereka yang mereka gunakan untuk bermain sosial media berubah menjadi untuk sekedar mendengarkan sesi belajar dan juga untuk mengerjakan soal latihan yang ada pada website sekolah mereka.

Setiap hal pasti mempunyai kelebihan maupun kekurangannya masing-masing. Contohnya saja pada web hosting yang digunakan di SMK NU Rogojampi, portal e-learning yang menggunakan moodle sebagai media pembelajaran daring (online) tentunya juga ada kekurangan dan kelebihan seperti yang telah saya jelaskan di atas. Tidak menutup kemungkinan setiap media pembelajaran yang digunakan tidak memiliki kelemahan dibaliknya, tetapi kelemahan itu tidak seharusnya dijadikan acuan untuk tidak menggunakannya bukan?

Pembelajaran daring (online) bagi sekolah kejuruan tentulah memerlukan waktu yang cukup panjang guna menyesuaikan dengan kebiasaan pembelajaran praktek mereka, pembelajaran teoritis tentu asing bagi para murid dan juga para guru. Tetapi seiring berjalannya waktu mungkin saja pembelajaran praktek bagi sekolah kejuruan akan segera terlaksana kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar