Laporan Bacaan: Pendidikan (Magang 1)
Pemanfaatan Teknologi sebagai Media Pembelajaran
Daring (Online) bagi Guru dan Siswa di SMK NU Rogojampi
Oleh: Khovivah (11901284)
Mahasiswi PAI 4B IAIN Pontianak
Bacaan saya pada minggu ini mengambil tema ‘pendidikan’, mengambil salah satu materi dari artikel yang berjudul PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DARING (ONLINE) BAGI GURU DAN SISWA DI SMK NU ROGOJAMPI, yang terdapat di salah satu situs (kalian bisa akses artikel disini https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/psnp/article/download/5886/4220 ). Pada artikel ini membahas bagaimana cara memadu-padankan pembelajaran daring dengan metode pembelajaran konvensional guna meningkatkan daya kompetensi para siswa di masa pandemi ini, juga untuk memudahkan para siswa untuk mengunduh materi pembelajaran. Laporan bacaan ini saya gunakan untuk mengulas artikel tersebut menurut sudut pandang saya tetapi tetap mengedepankan fakta yang ada didalam artikel tersebut.
Dewasa ini pemerintah sedang gencar-gencarnya dalam
mengalakkan pendidikan vokasional atau bahasa mudahnya dikenal dengan sekolah
kejuruan. Juga digalakkan pembukaan Sekolah Menengah Kejuruan dengan jurusan yang
begitu beragam. Contohnya pada SMK NU Rogojampi. Tujuan pemerintah dengan
mengalakkan pendidikan vokasional ini dimaksudkan untuk mendapatkan tenaga
kerja yang lebih profesional dalam bidangnya demi pembangunan bangsa lebih
terarah dan terencana.
Pemanfaatan teknologi sejatinya sudah merabah dalam
berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali pada bidang pendidikan. Pemanfaatan
teknologi dalam menunjang kegiatan pembelajaran daring ini sangatlah dibutuhkan
karena bisa meminimalisir pemanfataan waktu dan tempat yang tidak bisa
dilaksanakan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran mengguanakan sistem
konvensional. Pemanfaatan teknologi ini sangatlah memudahkan para guru dan
siswa dalam melaksanakan proses belajar belajar, hanya membutuhkan sinyal
internet yang stabil dan alat komunikasi seperti handphone.
Dalam artikel ini yang menjadi subjek atau target untuk
penelitian dalam menulis artikel ini adalah para guru dan siswa di SMK NU
Rogojampi yang berjumlah 20 orang. Media yang digunakan adalah sebuah web hosting
yang sebelumnya sudah terinstal aplikasi moodle sebagai sistem manajemen untuk
penerapan pembelajaran daring. Sebelumnya dilakukan pengunjungan ke SMK NU
Rogojampi, guna mengetahui terjangkau atau tidaknya SMK NU Rogojampi ini guna
untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran daring (online). Dalam kegiatan
tinjauan tersebut bahwa SMK NU Rogojampi memenuhi standar minimal untuk
membangun e-learning guna menunjang kegiatan pembelajaran daring (online).
Selain itu juga dilakukannya pembentukan nama domain
dan juga webhosting, juga mempersiapkan segala fitur-fitur kelengkapan dalam
portal e-learning yang digunakan. Kelengkapan fitur pendukung itu sangatlah
memudahkan para siswa dan guru dalam mengakses web tersebut, guna memudahkan
proses pembelajaran daring (online).
Pelatihan memanfaatkan teknologi guna memperlancar
kegiatan belajar mengajar secara daring (online), yang dilaksanakan di SMK NU
Rogojampi ini menggunakan sekitaran 20 orang dari guru dan siswa dengan cara
diskusi, ceramah dan latihan guna mempelajari moodle sebagai media pembelajaran
online.
Pelatihan yang diikuti oleh hanya sekitaran 20 orang
ini sejujurnya menurut saya kurang efektif, harusnya lebih banyak lagi siswa
dan guru yang diundang. Alasannya adalah tidak semua murid akan paham dengan
penjelasan oleh pihak kedua, apalagi bagi sekolah kejuruan yang notaben nya
lebih banyak kegiatan praktek diluar kelas guna mengasah kemampuan mereka. Bisa
saja mereka kurang piham jika pihak kedua yang menjelaskan kepada murid dan
guru yang lain.
Pelaksana dari
pelatihan pengenalan media pembelajaran e-learning ini adalah LPPM Politeknik
Banyuwangi, jam terbang mereka yang sudah tinggi menjadikan mereka sangat dipercaya
oleh pemerintah daerah terkhususnya PemDa Banyuwangi untuk berperan aktif dalam
pembangunan daerah. Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan oleh 4 orang ahli atau
pakar.
Dari hasil pelatihan didapatkan kesimpulan bahwa para
guru dan siswa yang mengikuti pelatihan tersebut paham dan mengerti bagaimana
cara menggunakan dan mengakses e-learning tersebut. Para guru paham dan
mengerti bagaimana cara operasional membagikan informasi tugas dan soal ujian. Juga
para siswa memahami bagaimana cara mengunduh materi yang dibagikan oleh guru,
juga mereka mengerti bagaimana cara mengerjekan ujian online.
Setelah penerangan mengenai cara mengakses e-learning,
para siswa dan guru juga dijelaskan bagaimana mengoperasikan moodle. Mereka diterangkan
terlebih dahulu apa itu moodle sebagai media pembelajaran e-learning. Setelah mereka
memahami bagaimana cara mengakses e-learning, para peserta khususnya para guru diminta
untuk mempraktekkan secara langsung cara mengelola profil para guru juga cara
mengelola sesuai mata pelajaran. Para peserta khususnya para guru juga diminta
untuk mempraktekkan cara mengungah materi juga pembuatan tes ujian online untuk
para murid. Aplikasi moodle telah ditambahkan fitur untuk membedakan kelompok,
contohnya kelompok guru dan murid berbeda, karena akses mereka juga beda
seperti yang telah dijelaskan di atas.
Pelatihan pengenalan media pembelajaran daring
(online) yang dilaksanakan di SMK NU Rogojampi memberikan pemahaman kepada para
peserta tentang manfaat dalam melaksanakan pembelajaran online ini. Aplikasi
moodle yang digunakan juga mempunyai beberapa fitur tambahan yang akan
memudahkan proses pembelajaran. Peserta pelatihan yang diikuti oleh beberapa
murid dan guru ini menjadikan mereka paham apa saja fungsi aplikasi e-learning
yang sudah dipasangi oleh webhosting, sesuai dengan kelompok mereka
masing-masing. Para guru diperkenankan untuk membagikan materi pembelajaran dan
juga tugas dan juga tes ujian online pada masing-masing mata pelajaran yang
diampu. Sedangkan para siswa bisa mengakses aplikasi e-learning tersebut untuk
mengunduh materi pelajaran juga mengerjekan tugas dan tes ujian yang ada pada
portal tersebut. Pengaksesan yang sangat mudah bagi para awam yang belum paham
bagaimana cara menggunakan portal e-learning. Ini dimaksudkan agar dan para guru
bisa menjalankan peran mereka masing-masing dengan mudah dan nyaman, agar para
murid juga bisa dengan mudah memahami materi pembelajaran tanpa adanya
terkendala apapun demi menciptakan kreatifitas dan juga daya saing yang
sebelumnya ada pada diri siswa. Tapi tak menutup kemungkinan banyak siswa yang
lain susah untuk beradaptasi terhadap perubahan cara mereka belajar yang
senantiasa praktek diluar lapangan sekarang menjadi pembelajaran secara
teoritis saja.
Pemanfaatan teknologi guna memperlancar proses belajar
mengajar secara daring (online) ini sejatinya memang memudahkan proses
pembelajaran tersebut karena jika ingin melaksanakan pembelajaran secara tatap
muka sangatlah tidak memungkinkan untuk waktu dan tempat. Tetapi seperti yang
kita ketahui, dewasa ini masih banyak masyarakat kita yang tidak memiliki alat
komunikasi canggih seperti handphone layar datar, sebagian masyarakat kita masih
ada yang menggunakan handphone genggam yang hanya bisa digunakan untuk sms dan
telepon saja. Juga untuk mengakses website tersebut juga diperlukan sinyal yang
stabil, tetapi kenyataannya masih banyak daerah yang tidak terjangkau jaringan
internet apalagi di daerah yang terpencil.
Sekolah kejuruan tentunya sangat lekat dengan
pelaksanaan praktek lapangan guna mengasah mental dan kemampuan mereka, guna
mempersiapkan mereka untuk terjun langsung dalam dunia kerja yang membutuhkan
keahlian mereka. Mereka yang selama pelajaran lebih sering praktek lapangan,
proses pembelajaran tiba-tiba berubah menjadi daring (online) tentunya perlu
penyesuaian oleh murid dan para guru. Tentunya hal itu menjadi penghalang dalam
melatih kemampuan mereka, juga mempersulit guru dalam mengawasi tingkah laku
dan juga pola belajar siswa.
Yang saya bahas dari tadi hanya seputaran kelemahan
pembelajaran daring (online) saja saya kira, kali ini kita bahas dulu kelebihan
dari kegiatan belajar mengajar secara daring (online) bagi siswa dan guru di
sekolah kejuruan. Pertama, waktu dan tempat belajar yang bebas. Siswa dapat
mengikuti pembelajaran dimanapun dan kapanpun asal sinyal internet yang
terjangkau. Pemanfataan waktu dan tempat yang bebas, tanpa adanya kita perlu ke
sekolah dan berangkat sekolah pukul 07.00 pagi, yang seringkali para siswa dan
guru datang terlambat ke sekolah. Ini menjadikan mereka yang notaben seringkali
terlambat datang ke sekolah, tak perlu lagi untuk bangun pagi dan berangkat ke
sekolah.
Kedua, pembelajaran tidak hanya mendengarkan ceramah
dari sang guru, namun siswa diharapkan lebih mandiri dalam mencari materi
pembelajaran di ranah internet. Para siswa juga bisa melakukan riset mereka
sendiri di laman internet. Ini bisa menjadi salah satu kegunaan dari website yang
digunakan SMK NU Rogojampi. Kemandirian siswa dilatih ketika mereka dihadapkan
pada masalah yang mereka bisa atasi sendiri dengan mencari laman yang bisa
diakses demi memudahkan proses belajar daring (online) mereka. Otomatis mereka
juga bisa mempelajari lebih lanjut bagaimana cara menguasai teknologi informasi
yang terus saja berkembang, agar mereka juga tidak gaptek. Teknologi saat ini
sedang berkembang-berkembangnya mengikuti perkembangan zaman demi memuaskan
hasrat manusia akan hidup mudah. Tentu tidak asik bukan jika kita sebagai anak
muda millennial tidak mengerti bagaimana cara yang tepat dalam memanfaatkan
perkembangan zaman ini khususnya dalam memanfaatkan kemajuan teknologi.
Terakhir, seperti yang kita ketahui bahwa banyak
sekali kejahatan internet saat ini jika kita tidak pandai memilah informasi
mana yang ingin kita akses demi mendapatkan informasi. Juga dalam penggunaan
media komunikasi seperti handphone yang lebih banyak digunakan oleh siswa untuk
sekedar bermain game sahaja, atau digunakan hanya untuk berselancar dalam dunia
maya. Pembelajaran secara daring ini memungkinkan bagi siswa untuk lebih
meminimalisir waktu yang mereka habiskan hanya untuk bermain game atau bermain
sosial media, berubah menjadi untuk belajar secara online. Mau tidak mau, suka
tidak suka, waktu mereka yang mereka gunakan untuk bermain sosial media berubah
menjadi untuk sekedar mendengarkan sesi belajar dan juga untuk mengerjakan soal
latihan yang ada pada website sekolah mereka.
Setiap hal pasti mempunyai kelebihan maupun
kekurangannya masing-masing. Contohnya saja pada web hosting yang digunakan di
SMK NU Rogojampi, portal e-learning yang menggunakan moodle sebagai media
pembelajaran daring (online) tentunya juga ada kekurangan dan kelebihan seperti
yang telah saya jelaskan di atas. Tidak menutup kemungkinan setiap media
pembelajaran yang digunakan tidak memiliki kelemahan dibaliknya, tetapi
kelemahan itu tidak seharusnya dijadikan acuan untuk tidak menggunakannya
bukan?
Pembelajaran daring (online) bagi sekolah kejuruan
tentulah memerlukan waktu yang cukup panjang guna menyesuaikan dengan kebiasaan
pembelajaran praktek mereka, pembelajaran teoritis tentu asing bagi para murid
dan juga para guru. Tetapi seiring berjalannya waktu mungkin saja pembelajaran
praktek bagi sekolah kejuruan akan segera terlaksana kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar